Seringkali kita terpaku menatap sepatu orang lain. Sepatu yang lebih bagus, bersih dan terlihat wangi.
Padahal ketika kita iseng mencoba "memakai sepatu orang lain" kita akan merasakan apa yang dirasakan orang itu. Apakah itu sempit, bau atau tidak sesuai dengan pakaian kita.
Filosofi "memakai sepatu orang lain" sama dengan melihat kehidupan orang lain dari kacamata kita. Dari sisi kita kehidupan orang lain seringkali lebih nyaman, lebih indah dan tanpa masalah. Tidak seperti kehidupan kita, mungkin..
Tahukah kita mungkin si pemilik "sepatu" hanya pandai menyemir dan membersihkan sepatu nya setiap pagi. Dengan selalu mengucap syukur dan menghadapi masalahnya dengan senyum.
Sesekali lihatnya kebawah, lihatlah "sepatu-mu" mungkin ia hanya perlu di cuci dan di jemur dipantai.
Dan "sepatu" yang bau hanya si pemilik yang perlu mencium baunya kan?
Takengon 2 Maret 2016