Kamis, 17 September 2015

Ibu, Kini Aku Tau

Kini aku tau,
Tugas seorang ibu bukan sekedar mencuci, tapi memastikan setiap kerah dan kaos kaki bersih, sepatu tidak berbau. Serta setiap baju celana tersusun rapi di lemari setelah di setrika.

Kini aku tau,
Tugas seorang ibu bukan sekedar memasak, tapi juga memastikan seluruh anak - anaknya makan dan tidur dengan perut kenyang.

Kini aku tau,
Tugas seorang ibu bukan sekedar membersihkan tempat tidur, tetapi memastikan tidak ada nyamuk didalam kamar, sprei dan selimut yang nyaman sehingga anak - anak dapat tidur dengan nyenyak.

Ya, Seorang manusia yang disebut ibu.
Yang tidak akan makan sebelum anak - anaknya kenyang.
Yang tidak akan tidur sebelum anak - anaknya terlelap.
Yang pertama terbangun ketika anak - anak terbangun karna haus dan mimpi buruk.
Yang pertama terbangun ketika azan subuh berkumandang
Yang selalu ada disana menanti kabar dari mu anak - anaknya.
Yang selalu memasukkan namamu anak - anaknya dalam doanya.
Yang mencintai tanpa pamrih, yang melindungi tanpa rasa takut.

Love you mom 
Untuk semua ibu didunia

Selasa, 01 September 2015

Aku Dan Pasir Di Pantai

Aku adalah aku
Yang seumpama sebutir pasir di bentangan pantai yang luas.
Yang seumpama tetesan air di samudra yang tak terukur pandangan mata.
Yang memilih bersembunyi di sudut gelap, meringkuk dangan nyaman dan aman.
Yang tidak suka keramaian dan jadi pusat perhatian.
Yang mencintai dengan tulus
Yang memilih tidak berharap pada siapapun
Yang lebih memilih menyalahkan diri sendiri.
Yang lebih memilih memperbaiki diri serta tidak bermimpi orang lain dapat berubah.
Ya, aku hanya seorang naif yang tetap percaya pada dasarnya semua orang itu baik.
Semua orang itu sama dengan kebutuhan lahiriah dan batiniah yang sama.
Yang memiliki mimpi indah hidup bahagia
Namun terbatasi dan berubah oleh kompeksitas dan tuntutan duniawi.
Aku adalah kamu,kalian dan mereka.
Aku adalah kita, semua yang disebut manusia.

Takegon 1 Sept 2015

Kesabaran seorang istri

Bukan salah kalian jika kalian merasa lemah tak berdaya.
Bukan salah kalian jika kalian merasa tidak memiliki apa-apa.
Bukan salah kalian jika memiliki suami yang meremehkan kalian karena kemana kalian akan pergi jika rumah dan segalanya berasal darinya.
Bukan ingin menyalahkan norma, agama serta adat, kebanyakan wanita di tuntut untuk menurut pada suaminya, meninggalkan perkerjaan dan keluarga demi mengurus anak dan rumah, untuk membentuk keluarga kecil dengan seribu mimpi indah didalamnya. Dengan janji "aku dapat memberikan lebih dari gaji yang kau dapat sekarang"
Dengan janji aku akan membahagiakanmu
Dengan janji aku tidak akan pernah menyakitimu
Aku akan mencintaimu sampai mati
Aku akan membelikan apapun yang kamu inginkan.
Aku tidak akan pernah meningalkanmu.
Taukah kalian, sebuah pernikahan itu adalah seperti sebuah terowongan gelap.
Ketika akan memasukinya kita tidak tahu apa yang akan kita temukan disana.
Bisa saja harta karun, sekarung permata, atau malah ular berbisa.
Terowongan akan terus dalam keaadan gelap dan kita akan terus meraba- raba dalam kegelapan dengan ketidaktahuan apa yang akan kita temukan di ujung sana.
Terowongan akan sedikit terang bila kita gunakan korek api yang dinamakan rasa suka atau kasih. Namun korek api tidak akan bertahan lama dan akan segera padam.
Terowongan akan lebih terang bila kita menyalakan lilin yang dinamakan rasa cinta. Namun lilin juga akan padam seiring waktu bersama.
Terowongan akan terus terang benerang bila kita gunakan mata hati untuk melihat di dalam kegelapan. Mata hati yang dinamakan rasa percaya, rasa sayang dan rasa saling menghargai.
Tidak dibutuhkan rasa suka serta cinta untuk mempertahankan sebuah pernikahan.
Karena kedua hal itu akan hilang seiring waktu dan pertambahan usia.
Percayalah dia yang terbaik karena dia telah dipertemukan denganmu.
Sayangilah dia karena hanya dia teman terdekatmu
Hargailah apa yang dia lakukan dan tidak lakukan. Karena dia akan menghargaimu kembali.
Bersabarlah jika di ujung terowongan kalian tidak mendapatkan apa - apa. Yakinlah semua sudah dituliskan untuk kalian semua. Semua sudah digariskan. Tugas kalian hanya memainkan peran sebagai seorang ibu serta istri yang baik.
Percaya lah, keindahan dan kebahagian di dunia hanya sementara begitu pula kesedihannya.

Untuk semua istri yang merasa dikecewakan dan tidak dihargai.

Teruntuk temanku....
Takengon  28 Agustus 2015