Selasa, 01 September 2015

Kesabaran seorang istri

Bukan salah kalian jika kalian merasa lemah tak berdaya.
Bukan salah kalian jika kalian merasa tidak memiliki apa-apa.
Bukan salah kalian jika memiliki suami yang meremehkan kalian karena kemana kalian akan pergi jika rumah dan segalanya berasal darinya.
Bukan ingin menyalahkan norma, agama serta adat, kebanyakan wanita di tuntut untuk menurut pada suaminya, meninggalkan perkerjaan dan keluarga demi mengurus anak dan rumah, untuk membentuk keluarga kecil dengan seribu mimpi indah didalamnya. Dengan janji "aku dapat memberikan lebih dari gaji yang kau dapat sekarang"
Dengan janji aku akan membahagiakanmu
Dengan janji aku tidak akan pernah menyakitimu
Aku akan mencintaimu sampai mati
Aku akan membelikan apapun yang kamu inginkan.
Aku tidak akan pernah meningalkanmu.
Taukah kalian, sebuah pernikahan itu adalah seperti sebuah terowongan gelap.
Ketika akan memasukinya kita tidak tahu apa yang akan kita temukan disana.
Bisa saja harta karun, sekarung permata, atau malah ular berbisa.
Terowongan akan terus dalam keaadan gelap dan kita akan terus meraba- raba dalam kegelapan dengan ketidaktahuan apa yang akan kita temukan di ujung sana.
Terowongan akan sedikit terang bila kita gunakan korek api yang dinamakan rasa suka atau kasih. Namun korek api tidak akan bertahan lama dan akan segera padam.
Terowongan akan lebih terang bila kita menyalakan lilin yang dinamakan rasa cinta. Namun lilin juga akan padam seiring waktu bersama.
Terowongan akan terus terang benerang bila kita gunakan mata hati untuk melihat di dalam kegelapan. Mata hati yang dinamakan rasa percaya, rasa sayang dan rasa saling menghargai.
Tidak dibutuhkan rasa suka serta cinta untuk mempertahankan sebuah pernikahan.
Karena kedua hal itu akan hilang seiring waktu dan pertambahan usia.
Percayalah dia yang terbaik karena dia telah dipertemukan denganmu.
Sayangilah dia karena hanya dia teman terdekatmu
Hargailah apa yang dia lakukan dan tidak lakukan. Karena dia akan menghargaimu kembali.
Bersabarlah jika di ujung terowongan kalian tidak mendapatkan apa - apa. Yakinlah semua sudah dituliskan untuk kalian semua. Semua sudah digariskan. Tugas kalian hanya memainkan peran sebagai seorang ibu serta istri yang baik.
Percaya lah, keindahan dan kebahagian di dunia hanya sementara begitu pula kesedihannya.

Untuk semua istri yang merasa dikecewakan dan tidak dihargai.

Teruntuk temanku....
Takengon  28 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar